Gresik – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali menunjukkan taringnya dalam mempererat hubungan antara militer dan warga sipil melalui pembangunan infrastruktur pertanian. Fokus utama kali ini adalah penyediaan air bersih bagi ratusan hektar sawah melalui program sumur bor.
Tepat pada hari Senin, (4/5/2026), suasana area persawahan Desa Slempit, Kecamatan Kedamean tampak berbeda dari biasanya. Puluhan personel TNI berseragam lengkap bahu-membahu bersama warga setempat mengoperasikan alat bor di bawah terik matahari demi mencari sumber mata air.
Lettu Arh Putu Suryawan yang memimpin langsung jalannya kegiatan memastikan setiap teknis pemasangan instalasi berjalan sesuai rencana. Menurutnya, sumur bor IRPOM ini akan menjadi jantung baru bagi pengairan sawah warga yang selama ini mengalami kendala distribusi air.
Keberadaan sumur bor ini diharapkan mampu mendongkrak semangat para petani untuk meningkatkan frekuensi masa tanam dalam setahun. Selain mengatasi kekeringan, program ini juga menjadi simbol kemanunggalan yang kuat antara TNI dan rakyat di wilayah Gresik.
Dalam keterangannya, Lettu Arh Putu Suryawan memberikan apresiasi tinggi atas semangat kerja warga Desa Slempit yang begitu antusias. “Semangat bekerjasama yang terjalin di lapangan menjadi kunci utama percepatan pembangunan,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan warga adalah kunci keberhasilan program jangka panjang ini. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan. Tanpa dukungan mereka, target pembangunan ini mustahil tercapai dengan cepat,” tambahnya.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian program TMMD ke-128 ini diharapkan tidak hanya meninggalkan bangunan fisik semata. Melalui berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, TNI berharap kemajuan desa dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Slempit.