
Manokwari Selatan ā Rasa kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1808/Mansel bersama personel Satgas dengan menyambangi rumah salah satu warga Kampung Yamboi yang tengah berduka atas meninggalnya anak tercinta. Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian, empati, dan rasa persaudaraan TNI terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Di tengah padatnya aktivitas pembangunan berbagai sasaran fisik program TMMD Ke-130, Dansatgas bersama personel Satgas tetap menyempatkan diri untuk hadir di tengah keluarga yang sedang berduka. Kehadiran tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan melalui tenaga dan pikiran dalam membangun infrastruktur, tetapi juga melalui ketulusan hati untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi cobaan kehidupan.
Dengan penuh rasa kekeluargaan, Dansatgas TMMD Ke-130 duduk bersama keluarga yang ditinggalkan untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moril. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut, ketika kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat tidak lagi dibatasi oleh hubungan sebagai pelaksana pembangunan dan penerima manfaat, melainkan telah tumbuh menjadi sebuah ikatan persaudaraan yang erat.
Kehilangan seorang anak merupakan duka mendalam bagi setiap orang tua. Dalam situasi seperti ini, kehadiran dan perhatian dari orang-orang di sekitar menjadi sesuatu yang sangat berarti. Oleh karena itu, Dansatgas bersama personel Satgas berupaya memberikan penguatan kepada keluarga agar senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah yang sedang dialami.
Kunjungan tersebut sekaligus mencerminkan bahwa keberadaan Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel di Kampung Yamboi bukan semata-mata untuk menuntaskan target pembangunan jalan, jembatan, rumah layak huni, fasilitas MCK, maupun sarana air bersih. Lebih dari itu, kehadiran TNI juga bertujuan membangun hubungan sosial yang harmonis, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa saling memiliki antara prajurit dan masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan TMMD, kedekatan personel Satgas dengan warga Kampung Yamboi semakin terasa melalui berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja bersama dalam semangat gotong royong, berbagi cerita saat beristirahat, hingga menikmati kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan yang terjalin tersebut telah menciptakan suasana kekeluargaan, sehingga setiap kebahagiaan maupun kesedihan yang dirasakan warga menjadi perhatian bersama.
Bagi personel Satgas TMMD, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Prajurit TNI dituntut untuk senantiasa hadir di tengah rakyat, memahami kesulitan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan selama pelaksanaan program TMMD Ke-130 di Kampung Yamboi.
Kehadiran Dansatgas bersama personel Satgas di rumah duka juga menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar semboyan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat bekerja, TNI turut bekerja. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, TNI berusaha hadir memberikan bantuan. Begitu pula ketika masyarakat mengalami kedukaan, prajurit TNI hadir untuk berbagi rasa dan memberikan dukungan.
Di balik seragam loreng yang dikenakan, setiap prajurit juga memiliki rasa kemanusiaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan tempat mereka bertugas. Karena itu, kegiatan sā¦
