BANGKA – Puluhan tahun warga Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, hidup dengan keterbatasan air bersih. Kondisi tersebut semakin berat saat musim kemarau karena sumber air yang layak semakin sulit diperoleh.
Sebagian warga yang tinggal di sekitar area bekas tambang terpaksa memanfaatkan danau bekas galian sebagai sumber air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi. Meski demikian, kualitas air tersebut tidak dapat dipastikan kebersihannya.
“Bagi warga yang rumahnya dekat dengan area tambang, kami bisa manfaatkan air di danau bekas tambang. Tapi itu pun tidak dijamin kebersihannya,” ujar Sunarto, warga Desa Deniang.
Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, masyarakat harus membeli air galon. Kondisi lebih sulit dialami warga yang tinggal jauh dari bekas tambang karena mereka juga harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga mencapai Rp150 ribu per 1.000 liter.
Harapan baru akhirnya hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0413/Bangka. Salah satu sasaran fisik berupa pembangunan sumur bor kini hampir selesai dan diharapkan mampu mengatasi persoalan air bersih yang telah lama dihadapi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan dengan adanya sumur bor ini warga tidak lagi kesulitan air bersih,” kata Sunarto.
